My Gosh... it's almost a year ago!
It's almost a year ago that i posted a note in this blog saying that i'm due to have my baby girl...
She's already here almost 1 year. Here with us, among us. Making our days so bright and shining. Making our life so worthed like never been before!
You are mommy and daddy's sunshine, moonlight, earth, wind and fire, our air to breath, our food to eat. You are the reason why we're so fascinatingly happy right now! Thank you dear Hayley. My life without you is something that i can't really imagine and contemplate anymore! You will always be my baby and mommy will always be there for you, my lovely sweet Hayley.
Look at her now! She can stand up and try to walk and slide slowly! She even thought that she can be inside the TV and play with Dora. What a development can a baby make in one year time!!!!
It has been an amazing journey so far and it will be more amazing in the years to come! Can't wait to sail this life with you as long as I can, my child!
Mommy loves you so much, Hayley!
Agar nanti, dia bisa baca sendiri kisah awal dirinya. Agar nanti, dia tahu betapa berharganya dia. Agar nanti, dia ingat kami sangat menyayanginya. Hartjelief, welkom in onze wereld!
dinsdag 29 mei 2012
dinsdag 17 april 2012
Balada Mantu Mertua
Boleh dibilang, aku punya menantu yang paling baik sedunia. Mereka sudah ku anggap sebagai orang tua sendiri.
Terlebih lagi kami tinggal di sebelah mereka, di tanah mereka. Jadilah mereka benar-benar bagai orang tuaku sendiri di Indonesia yang juga tinggal di sebelah. Hanya lima langkah dari pintu masuk rumah.
Sekarang dengan adanya Hayley makin dekatlah hubungan mantu mertua ini, atau nenek kakek anak dan cucu. Sama juga seperti hubungan anak dan orang tua, hubungan mantu dan mertua pun kadang punya kerikil. Kita juga pernah kan kesal sama orang tua sendiri.
Walau aku jarang kesal sama mertuaku sendiri karena seringnya aku berpikir, mereka sudah tua dan lebih lemah dari ibuku sendiri yang masih perkasa, kemarin tak bisa ku tahan lagi.
Sepulang kantor aku jemput Hayley di oma opa. Senang sekali lihat Hayley yang sedang sibuk merangkak, berhenti di dekat pintu kaca teras, melihat keluar, berbicara bra bra bra bra, sambil menunggu mama pulang.
Ketika dia melihatku, dia langsung antusias berteriak teriak dan merangkak ke arahku. Mami!!!!!!
Kuangkat dia dari lantai dan apa yang ku lihat? lengan bajunya yang putih sudah abu-abu hitam! Ya ampuun!!Dua set baju cadangan yang sudah disiapkan dalam tas dikemanain sih? Entah ini budaya Belanda atau memang mereka saja yang malas! Mereka sering bilang, Hayley harus belajar membangun daya tahan tubuh, jadi jangan terlalu dimanja dengan segala macam pola kebersihan yang berlebihan. Ya, tapi... itu baju sudah hitam! dan Hayley masih mengisap jempol!Kukunya pun sudah coklat keruh.Yah, geen wonder dia sakit pilek terus! Virus dan bakteri ngga pernah keluar dari badannya!
Sayang aku tak sempat ambil foto betapa kotornya lengan baju anakku itu. Emosi saya sebenarnya memanas, tapi ku tahan... sabaaar, ini orang tua yang lebih lemah dari ibuku sendiri... sabaar. Sambil bertanya apa saja yang terjadi seharian itu bersama Hayley, aku mencium bau popok yang menusuk, dan seperti biasa mereka selalu bilang; "oh, baru saja diganti popoknya kog, memang poop tadi, jadi diganti popok, kira-kira sejam lalu." Aku membalas dengan, "Yah, tapi ini poop lagi sepertinya, bau soalnya." Mereka membalas; "Oh masa sih, baru sejam yang lalu kog dibersihin." Yah, HALLO???Ini bayi! ya bisa saja dong sejam yang lalu dibersihkan, sejam kemudian poop lagi. Alasan mereka adalah tidak mencium baunya, padahal itu bau bisa tercium dari jarak 10 meter!Karena sudah kepalang kesal, aku bergegas bawa Hayley pulang, karena dia juga ingin minum kelihatannya.
Dirumah sehabis memberi susu, aku langsung ganti popok, benar saja kan poop lagi. Kasian sekali lihat anakku kemarin, kumal, bau poop, baju dan tangan kotor, hidung ingusan, ngga ada satu pun yang dibersihkan sama opa omanya.
Bingung! Sangat bingung. Apa aku yang memang berlebihan atau mereka yang terlalu malas?
Kita saja kalau baju kita kotor habis main bola di lumpur atau keciprat sambal sampe merah atau kena apalah yang sampai buat baju jadi kumal dan kotor, pasti ganti baju kan? Kita saja lakukan itu, yang sistem imunnya sudah komplit. Nah, ini anak bayi 10 bulan? Masih harus membangun sistem kekebalan tubuh, tapi dicekokin dengan kotoraaan terus, kapan dia bisa sehari dua hari hidup sehat tanpa hidung ingusan dan batuk berdahak???
Di rumah aku menetapkan aturan, semua harus buka sepatu. Dalam rumah tidak ada yang boleh pake sepatu. Sepatu itu dari luar, dari mana-mana, kotor, kita ngga tahu apa yang sudah kita injak, kotoran binatang lah, air liur manusia dan binatang lah, pokoknya penyakit! Harold juga sependapat, dia memang dari dulu terbiasa nyeker dalam rumah. Cuma orang Eropa ini susah sekali dikasih tahu. Kaki itu bagaikan kepala kalau dibudaya timur. Harus dilindungi dan dihormati. Selain itu karena iklim yang dingin, penggunaan sepatu memang sudah berakar beribu-ribu tahun. Tapi sekarang sudah abad ke-21, dalam rumah bisa pakai sandal rumah, kaus kaki lantai bisa pakai penghangat di bawah tanah, jadi lantai hangat... tapi tetap saja pakai sepatu dalam rumah. Yah lantainya ya kotor terus setiap hari. Ok saja sih kalau tidak punya bayi. Tapi ini ada bayi yang sedang keganjrungan merangkak!
Aku tidak minta mereka mengepel lantai mereka tiap kali Hayley dititipkan di mereka. Aku cuma minta tolong diperhatikan hal-hal yang kecil-kecil, macam ganti baju. Makanya aku sering kasih beberapa set baju dalam tas Hayley, yah untuk apalagi selain untuk ganti baju. Masa tiap kali harus dikasih instruksi sih, kalau ga dikasih instruksi ngga dikerjakan. Kaya anak kecil saja! Masa ngga bisa pakai logika sendiri, "oh itu lengan baju udah kotor, ada baju ga ya di dalam tas, ooh ada, ok ganti baju deh."
Kalau Hayley dititipkan dikakakku atau ibuku di Jakarta bakal justru kebalikannya. Dikit-dikit ganti baju, basah dikit ganti baju, karena takut nanti masuk anginlah, kuman lah... Kalau di Belanda, biar sudah sampai kumal kaya abis masuk lumpur pun dibiarkan saja.
Sekali lagi aku bertanya, apakah aku orang tua yang terlalu berlebihan khawatirnya atau mereka yang malas dan jorok?
Terlebih lagi kami tinggal di sebelah mereka, di tanah mereka. Jadilah mereka benar-benar bagai orang tuaku sendiri di Indonesia yang juga tinggal di sebelah. Hanya lima langkah dari pintu masuk rumah.
Sekarang dengan adanya Hayley makin dekatlah hubungan mantu mertua ini, atau nenek kakek anak dan cucu. Sama juga seperti hubungan anak dan orang tua, hubungan mantu dan mertua pun kadang punya kerikil. Kita juga pernah kan kesal sama orang tua sendiri.
Walau aku jarang kesal sama mertuaku sendiri karena seringnya aku berpikir, mereka sudah tua dan lebih lemah dari ibuku sendiri yang masih perkasa, kemarin tak bisa ku tahan lagi.
Sepulang kantor aku jemput Hayley di oma opa. Senang sekali lihat Hayley yang sedang sibuk merangkak, berhenti di dekat pintu kaca teras, melihat keluar, berbicara bra bra bra bra, sambil menunggu mama pulang.
Ketika dia melihatku, dia langsung antusias berteriak teriak dan merangkak ke arahku. Mami!!!!!!
Kuangkat dia dari lantai dan apa yang ku lihat? lengan bajunya yang putih sudah abu-abu hitam! Ya ampuun!!Dua set baju cadangan yang sudah disiapkan dalam tas dikemanain sih? Entah ini budaya Belanda atau memang mereka saja yang malas! Mereka sering bilang, Hayley harus belajar membangun daya tahan tubuh, jadi jangan terlalu dimanja dengan segala macam pola kebersihan yang berlebihan. Ya, tapi... itu baju sudah hitam! dan Hayley masih mengisap jempol!Kukunya pun sudah coklat keruh.Yah, geen wonder dia sakit pilek terus! Virus dan bakteri ngga pernah keluar dari badannya!
Sayang aku tak sempat ambil foto betapa kotornya lengan baju anakku itu. Emosi saya sebenarnya memanas, tapi ku tahan... sabaaar, ini orang tua yang lebih lemah dari ibuku sendiri... sabaar. Sambil bertanya apa saja yang terjadi seharian itu bersama Hayley, aku mencium bau popok yang menusuk, dan seperti biasa mereka selalu bilang; "oh, baru saja diganti popoknya kog, memang poop tadi, jadi diganti popok, kira-kira sejam lalu." Aku membalas dengan, "Yah, tapi ini poop lagi sepertinya, bau soalnya." Mereka membalas; "Oh masa sih, baru sejam yang lalu kog dibersihin." Yah, HALLO???Ini bayi! ya bisa saja dong sejam yang lalu dibersihkan, sejam kemudian poop lagi. Alasan mereka adalah tidak mencium baunya, padahal itu bau bisa tercium dari jarak 10 meter!Karena sudah kepalang kesal, aku bergegas bawa Hayley pulang, karena dia juga ingin minum kelihatannya.
Dirumah sehabis memberi susu, aku langsung ganti popok, benar saja kan poop lagi. Kasian sekali lihat anakku kemarin, kumal, bau poop, baju dan tangan kotor, hidung ingusan, ngga ada satu pun yang dibersihkan sama opa omanya.
Bingung! Sangat bingung. Apa aku yang memang berlebihan atau mereka yang terlalu malas?
Kita saja kalau baju kita kotor habis main bola di lumpur atau keciprat sambal sampe merah atau kena apalah yang sampai buat baju jadi kumal dan kotor, pasti ganti baju kan? Kita saja lakukan itu, yang sistem imunnya sudah komplit. Nah, ini anak bayi 10 bulan? Masih harus membangun sistem kekebalan tubuh, tapi dicekokin dengan kotoraaan terus, kapan dia bisa sehari dua hari hidup sehat tanpa hidung ingusan dan batuk berdahak???
Di rumah aku menetapkan aturan, semua harus buka sepatu. Dalam rumah tidak ada yang boleh pake sepatu. Sepatu itu dari luar, dari mana-mana, kotor, kita ngga tahu apa yang sudah kita injak, kotoran binatang lah, air liur manusia dan binatang lah, pokoknya penyakit! Harold juga sependapat, dia memang dari dulu terbiasa nyeker dalam rumah. Cuma orang Eropa ini susah sekali dikasih tahu. Kaki itu bagaikan kepala kalau dibudaya timur. Harus dilindungi dan dihormati. Selain itu karena iklim yang dingin, penggunaan sepatu memang sudah berakar beribu-ribu tahun. Tapi sekarang sudah abad ke-21, dalam rumah bisa pakai sandal rumah, kaus kaki lantai bisa pakai penghangat di bawah tanah, jadi lantai hangat... tapi tetap saja pakai sepatu dalam rumah. Yah lantainya ya kotor terus setiap hari. Ok saja sih kalau tidak punya bayi. Tapi ini ada bayi yang sedang keganjrungan merangkak!
Aku tidak minta mereka mengepel lantai mereka tiap kali Hayley dititipkan di mereka. Aku cuma minta tolong diperhatikan hal-hal yang kecil-kecil, macam ganti baju. Makanya aku sering kasih beberapa set baju dalam tas Hayley, yah untuk apalagi selain untuk ganti baju. Masa tiap kali harus dikasih instruksi sih, kalau ga dikasih instruksi ngga dikerjakan. Kaya anak kecil saja! Masa ngga bisa pakai logika sendiri, "oh itu lengan baju udah kotor, ada baju ga ya di dalam tas, ooh ada, ok ganti baju deh."
Kalau Hayley dititipkan dikakakku atau ibuku di Jakarta bakal justru kebalikannya. Dikit-dikit ganti baju, basah dikit ganti baju, karena takut nanti masuk anginlah, kuman lah... Kalau di Belanda, biar sudah sampai kumal kaya abis masuk lumpur pun dibiarkan saja.
Sekali lagi aku bertanya, apakah aku orang tua yang terlalu berlebihan khawatirnya atau mereka yang malas dan jorok?
maandag 16 april 2012
Countdown to 4th of June!
It's almost time! Yess, it is!
Can you believe it?????
Hayley, 1 tahun! SATU TAHUN!
Bayangkan!
Rasanya masih kemarin saya menimangnya untuk pertama kali di rumah sakit.
Rasanya baru kemarin saja dia bisa tengkurap.
Rasanya baru kemarin saja dia bisa mengeluarkan bunyi-bunyian.
Rasanya baru kemarin dia mulai makan buah dan sayur.
Rasanya baru kemarin dia mulai merangkak.
Sekarang, sudah mau SATU tahun???? Ajaib!
Hari ini usianya 10 bulan 12 hari. Kata dokter, ada 4 gigi yang mau tumbuh. Saya sih pesimis, sudah empat hari, kog belum tumbuh-tumbuh juga... Tidak mau berharap terlalu tinggi ah, nanti salah lagi seperti yang lalu - lalu, jadi kecewa.
Tapi, marilah kita sibukkan pikiran untuk menyambut ulang tahun Hayley. Iya, benar, Ulang Tahun!!!! bukan ulang bulan lagi!Betapa semangatnya saya! I want really, really, really the best for her! SO, also the Best 1st Party EVER!!!
Here's my to do list to the D Day:
- undangan per FB --> checked!
- pesan cake
- pesan catering
- tentuin menu
- tentuin goody bags buat party dan buat di opvang
- tentuin tema
- tentuin ada games atau ngga
- tentuin partynya buiten of binnen (tergantung cuaca di hari H juga sih)
Mudah-mudahan semua terlaksana dengan budget kami yang jg sedikit. Mudah-mudahan kamu senang ya nak... I will keep it up to date, also as a reminder for my self.
Oja, this kind of cake i have in mind. What do you think?
Can you believe it?????
Hayley, 1 tahun! SATU TAHUN!
Bayangkan!
Rasanya masih kemarin saya menimangnya untuk pertama kali di rumah sakit.
Rasanya baru kemarin saja dia bisa tengkurap.
Rasanya baru kemarin saja dia bisa mengeluarkan bunyi-bunyian.
Rasanya baru kemarin dia mulai makan buah dan sayur.
Rasanya baru kemarin dia mulai merangkak.
Sekarang, sudah mau SATU tahun???? Ajaib!
Hari ini usianya 10 bulan 12 hari. Kata dokter, ada 4 gigi yang mau tumbuh. Saya sih pesimis, sudah empat hari, kog belum tumbuh-tumbuh juga... Tidak mau berharap terlalu tinggi ah, nanti salah lagi seperti yang lalu - lalu, jadi kecewa.
Tapi, marilah kita sibukkan pikiran untuk menyambut ulang tahun Hayley. Iya, benar, Ulang Tahun!!!! bukan ulang bulan lagi!Betapa semangatnya saya! I want really, really, really the best for her! SO, also the Best 1st Party EVER!!!
Here's my to do list to the D Day:
- undangan per FB --> checked!
- pesan cake
- pesan catering
- tentuin menu
- tentuin goody bags buat party dan buat di opvang
- tentuin tema
- tentuin ada games atau ngga
- tentuin partynya buiten of binnen (tergantung cuaca di hari H juga sih)
Mudah-mudahan semua terlaksana dengan budget kami yang jg sedikit. Mudah-mudahan kamu senang ya nak... I will keep it up to date, also as a reminder for my self.
![]() |
| taken from pinterest: www.howsweetbakery.com |
dinsdag 3 april 2012
Sakit itu Menyebalkan!
Jangankan bayi, orang dewasa saja kalau sakit, pasti sebel kan?
Belum pernah Hayley sakit separah ini. Muntah muntah, diare, dan panas semenjak sabtu lalu. sudah empat hari! Makan nggak selera, minum pun sebisanya saja... pipis sedikit, tapi poopnya banyak banget! en diare tentunya... kasiaan.
Walau lemes, dia tetap ceria. tetap, bla bla bla bla seharian dan mamamamama, tatatatatata, babababa, ahahahahahah. senang sih dengarnya dia bisa tetap kuat, tapi tetap saja, kasiaan!
Meski kasian, kesal dan khawatir, hanya satu yang saya kuatkan di otak, ini sakit biar cepet gede! (kalau kata orang tua dulu sering bilang)... supaya bisa terus tumbuh kuat, bayi memang harus sakit, badannya harus melawan segala partikel asing yang masuk ke dalam tubuhnya. Kalau sudah sembuh nanti, dia pasti lebih kuat. Kalau kata orang Belanda, ze zal sterker dan ooit geworden!
Cepat sembuh ya nak, mama papa ikutan lesu lihat kamu lesu.
Belum pernah Hayley sakit separah ini. Muntah muntah, diare, dan panas semenjak sabtu lalu. sudah empat hari! Makan nggak selera, minum pun sebisanya saja... pipis sedikit, tapi poopnya banyak banget! en diare tentunya... kasiaan.
![]() |
| Waktu di Indonesia juga pernah sakit sampe lesu. |
Meski kasian, kesal dan khawatir, hanya satu yang saya kuatkan di otak, ini sakit biar cepet gede! (kalau kata orang tua dulu sering bilang)... supaya bisa terus tumbuh kuat, bayi memang harus sakit, badannya harus melawan segala partikel asing yang masuk ke dalam tubuhnya. Kalau sudah sembuh nanti, dia pasti lebih kuat. Kalau kata orang Belanda, ze zal sterker dan ooit geworden!
Cepat sembuh ya nak, mama papa ikutan lesu lihat kamu lesu.
maandag 12 maart 2012
Met Papa Naar Het Dierenpark Olifanten Kijken
Afgelopen zondag, gingen papa en mama en Hayley naar Rhenen, naar Het Ouwehand Dierenpark. De eerste ervaring voor Hayley naar al die beestjes te kijken. Hayley vond de aquarium het leukste, want daar zag ze die ikantjes weer, die ze in Jakarta heb gezien. Maar toch is het gezellig, met papa op de arm, de olifanten kijken.
Jongens, meisjes, aan de kant,
daar komt papa Olifant.
Grote voeten, grote oren,
en een lange slurf van voren.
Jongens, meisjes, aan de kant,
daar komt papa Olifant.
Jongens, meisjes, aan de kant,
daar komt papa Olifant.
Grote voeten, grote oren,
en een lange slurf van voren.
Jongens, meisjes, aan de kant,
daar komt papa Olifant.
donderdag 8 maart 2012
maandag 27 februari 2012
Her First Big Trip
Indonesia!
Yes it is!
So small but so easy to be carried on a great trip for 5 weeks!
Awalnya deg-degan juga aku membawa kamu sendiri selama 5 minggu ke Indonesia. Papa tak bisa ikut karena kerja. Akhirnya Oma Willy ikut, walau hanya untuk 2 minggu pertama saja.
Ternyata.... kamu pintar sekali nak!Nggak nangis sama sekali! Malah mata kamu itu loh, susah banget dimeremin, ingin lihat semua, ingin menyaksikan semua. Padahal kamu sudah capek. Sudah lelah lihat semua hal. Begitu sampai Jakarta, justru kamu ingin tidur, tapi nggak bisa karena semua orang ingin main sama kamu. Kasian anakku.
Dua hari pertama kami tak ke mana-mana, hanya beli beberapa hal saja di junction. Walau kamu tidak bilang kamu lelah, mami tahu kamu capek menyaksikan dan mengalami semua hal yang baru. Kalau kamu bisa ngomong, kamu pasti bilang, "banyak banget orang sih mam! Pusing aku!"
Semua tante, om, kakak dan sanak saudaramu penasaran sama kamu. Semua ingin say hello, ingin gendong, ingin main, ingin jembil jembil, ingin menatap kamu deh pokoknya. Haah, kapan istirahatnya??? Apalagi Oma, tak satu detik pun dia lewatkan tanpamu lima minggu itu. Betapa dia ingin selalu dekat kamu, nak.
Setelah seminggu adaptasi akhirnya keluar jugalah... kamu diare... Awalnya aku tenang, tapi begitu kamu mulai merintih kesakitan karena pantat kamu merah-merah, mami mulai khawatir. Kalau di Belanda kamu tak akan diberi apa pun oleh dokter, paling obat untuk ruam popokmu saja. Awalnya mami pun tak ingin ajak kamu ke dokter... ah yah... tapi mana bisa seperti itu di Indonesia. Oma ngomong begini, tante ngomong begitu, kakak ngomong begini, mba ngomong begitu... aaah, aku tak punya suara! Tapi ini anakku! Aku yang paling tahu apa yang dia butuhkan dan perlukan!
Untungnya setelah beberapa hari kamu pun sehat lagi... Namun dua minggu berikutnya ... Panas! AAAAh kenapa ini... Oh Jakarta, udaramu sumber penyakit!Untuk kedua kalinya kamu harus ke dokter, karena suara mamamu ini yang ingin supaya kamu sakit dan pulih dirumah tanpa obat-obatan yang merusak tubuh itu, tak didengar, semua ingin kamu dibawa ke dokter dan dapat obat! Kenapa sih harus obat obat dan obat melulu, kalau masih bisa dirumah saja dan biar ditunggu sampai sembuh saja kan lebih baik. ... antibiotik yang tadinya tak mau aku berikan pun terpaksa diberi.... karena... pendapatku tak dipandang... Maafkan mami ya nak, kalau kamu akhirnya harus merasakan obat yang tidak enak itu.
Walau kamu sakit, mamimu sudah terlanjur membooking fotografer untuk sesi foto. Tak bisa dijadwal ulang lagi. Alhasil beginilah foto-fotomu. Sendu. Padahal kamu anak yang ceria sekali. Ah, tapi tak apa, ini sebagai kenangan pertama perjalanan besarmu ke tanah kelahiran mami. Mudah-mudahan kamu selalu senang ya nak, kalau kita pergi ke Indonesia.
Waktu lima minggu itu cepat sekali. Kamu pun bertambah besar. Namun sedih juga rasanya harus meninggalkan kampung halaman mami. Kamu pun sepertinya sudah terbiasa dengan rutinitas bersama oma. Di hari keberangkatan pulang pun kamu merasa sedih sepertinya. Lesu dan tak banyak ketawa. Begitu tiba di Belanda, kamu diare lagi... aaah ternyata walau kamu terlihat biasa saja, perjalanan ini memang terlalu besar untuk kamu, tubuh mungilmu itu harus masih beradaptasi dan pelan pelan mencerna semua yang kamu alami dan lihat. Maafkan mami ya nak, kalau terlalu cepat membawamu ke sana kemari. Biar kamu jadi anak mandiri dan pemberani, tidak terus terusan di rumah dan dibalik selimut saja. Lihat dunia, begitu banyak hal baru yang bisa kamu lihat dan alami.
Sampai ke perjalanan kita selanjutnya!
Yes it is!
So small but so easy to be carried on a great trip for 5 weeks!
Awalnya deg-degan juga aku membawa kamu sendiri selama 5 minggu ke Indonesia. Papa tak bisa ikut karena kerja. Akhirnya Oma Willy ikut, walau hanya untuk 2 minggu pertama saja.
Ternyata.... kamu pintar sekali nak!Nggak nangis sama sekali! Malah mata kamu itu loh, susah banget dimeremin, ingin lihat semua, ingin menyaksikan semua. Padahal kamu sudah capek. Sudah lelah lihat semua hal. Begitu sampai Jakarta, justru kamu ingin tidur, tapi nggak bisa karena semua orang ingin main sama kamu. Kasian anakku.
Dua hari pertama kami tak ke mana-mana, hanya beli beberapa hal saja di junction. Walau kamu tidak bilang kamu lelah, mami tahu kamu capek menyaksikan dan mengalami semua hal yang baru. Kalau kamu bisa ngomong, kamu pasti bilang, "banyak banget orang sih mam! Pusing aku!"
Semua tante, om, kakak dan sanak saudaramu penasaran sama kamu. Semua ingin say hello, ingin gendong, ingin main, ingin jembil jembil, ingin menatap kamu deh pokoknya. Haah, kapan istirahatnya??? Apalagi Oma, tak satu detik pun dia lewatkan tanpamu lima minggu itu. Betapa dia ingin selalu dekat kamu, nak.
Setelah seminggu adaptasi akhirnya keluar jugalah... kamu diare... Awalnya aku tenang, tapi begitu kamu mulai merintih kesakitan karena pantat kamu merah-merah, mami mulai khawatir. Kalau di Belanda kamu tak akan diberi apa pun oleh dokter, paling obat untuk ruam popokmu saja. Awalnya mami pun tak ingin ajak kamu ke dokter... ah yah... tapi mana bisa seperti itu di Indonesia. Oma ngomong begini, tante ngomong begitu, kakak ngomong begini, mba ngomong begitu... aaah, aku tak punya suara! Tapi ini anakku! Aku yang paling tahu apa yang dia butuhkan dan perlukan!
Untungnya setelah beberapa hari kamu pun sehat lagi... Namun dua minggu berikutnya ... Panas! AAAAh kenapa ini... Oh Jakarta, udaramu sumber penyakit!Untuk kedua kalinya kamu harus ke dokter, karena suara mamamu ini yang ingin supaya kamu sakit dan pulih dirumah tanpa obat-obatan yang merusak tubuh itu, tak didengar, semua ingin kamu dibawa ke dokter dan dapat obat! Kenapa sih harus obat obat dan obat melulu, kalau masih bisa dirumah saja dan biar ditunggu sampai sembuh saja kan lebih baik. ... antibiotik yang tadinya tak mau aku berikan pun terpaksa diberi.... karena... pendapatku tak dipandang... Maafkan mami ya nak, kalau kamu akhirnya harus merasakan obat yang tidak enak itu.
Walau kamu sakit, mamimu sudah terlanjur membooking fotografer untuk sesi foto. Tak bisa dijadwal ulang lagi. Alhasil beginilah foto-fotomu. Sendu. Padahal kamu anak yang ceria sekali. Ah, tapi tak apa, ini sebagai kenangan pertama perjalanan besarmu ke tanah kelahiran mami. Mudah-mudahan kamu selalu senang ya nak, kalau kita pergi ke Indonesia.
Waktu lima minggu itu cepat sekali. Kamu pun bertambah besar. Namun sedih juga rasanya harus meninggalkan kampung halaman mami. Kamu pun sepertinya sudah terbiasa dengan rutinitas bersama oma. Di hari keberangkatan pulang pun kamu merasa sedih sepertinya. Lesu dan tak banyak ketawa. Begitu tiba di Belanda, kamu diare lagi... aaah ternyata walau kamu terlihat biasa saja, perjalanan ini memang terlalu besar untuk kamu, tubuh mungilmu itu harus masih beradaptasi dan pelan pelan mencerna semua yang kamu alami dan lihat. Maafkan mami ya nak, kalau terlalu cepat membawamu ke sana kemari. Biar kamu jadi anak mandiri dan pemberani, tidak terus terusan di rumah dan dibalik selimut saja. Lihat dunia, begitu banyak hal baru yang bisa kamu lihat dan alami.
Sampai ke perjalanan kita selanjutnya!
Abonneren op:
Posts (Atom)







